|
|
Penyiapan Masyarakat untuk Sosialisasi Berbasis Masyarakat Pembelajaran Mensiasati Perubahan Budaya & Perilaku dalam penggunaan Kompor Gas Elpiji Ibnu Taufan ibnutaufan@dnet.net.id itaufan@gmail.com 0816940978
Introduksi Perubahan budaya (teknologi) memerlukan penyiapan masyarakat Kasus-kasus peledakan kompor gas elpiji ( +80 kasus) Indikasi bahwa masyarakat sebagai sasaran perubahan (baca: konversi minyak tanah – gas elpiji) belum siap menggunakan piranti teknologi (kompor gas) yang menuntut syarat dan kondisi tertentu (standar teknis, pemasangan regulator, selang, dll) Profil pengguna kompor minyak tanah konversi (kelompok masyarakat pendapatan rendah, pendidikan terbatas, rumah sederhana/kurang memenuhi syarat teknis, dsbnya) IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Tujuan Membantu Pemerintah/PERTAMINA mensukseskan PROGAM ALIH/KONVERSI MINYAK TANAH Membangun KESADARARAN KRITIS masyarakat utk lebih siap menghadapi perubahan (budaya dan perilaku) dlm menggunakan piranti teknologi Mengajak masyarakat utk mengenal SYARAT2 dan KETENTUAN, serta PROSEDUR penggunaan PIRANTI TEKNOLOGI (kompor/tabung gas elpiji, & aksesoris), serta memahami RESIKO (jika lalai), Mengajak masyarakat pengguna/konsumen kompor gas elpiji utk melakukan MONITORING, UMPAN BALIK, dan mengungkap KELUHAN thd kompor/gas elpiji …. IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Kelompok Sasaran & Para Pihak Individu dan Rumah Tangga/Keluarga Komunitas dan Kelompok Masyarakat Himpunan Kelompok dan Komunitas yang terikat sebagai lembaga representatif, seperti: UPK, BKAD Forum/Paguyuban / Asosiasi UPK Forum Lintas Pelaku IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Prinsip dalam Penyiapan Masyarakat DATANGI dan jelaskan APA dan BAGAIMANA menggunakan PIRANTI TEKNOLOGI yang BAIK dan BENAR JELASKAN tentang MANFAAT LEBIH menggunakan piranti teknologi Kompor Gas, serta KONDISI maupun SYARAT2 yang harus dipenuhi Mulailah dengan APA yang mereka KETAHUI, dan buatlah RENCANA bersama MASYARAKAT AJARILAH dengan memberikan CONTOH dan PRAKTEK DENGARKAN dengan seksama KELUHAN yang dihadapi dan diketahui oleh masyarakat (calon) pengguna piranti kompor gas IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Kenapa Jejaring PNPM Mandiri .. ? Sudah memiliki struktur dan jejaring pemberdayaan masyarakat sejak tahun 1998, mencakup di 33 provinsi, 354 kabupaten, 4275 kecamatan, 42.000 desa dengan jejaring UPK sebanyak 3.123 unit dan 262.224 kelompok masyarakat (UE dan SPP) yang aktif Pelaku PNPM Mandiri biasa melaksanakan forum pertemuan/musyawarah warga yang secara reguler maupun insidentil mengadakan pertemuan.. Secara reguler telah dilaksanakan pelaihan untuk penguatan kapitas masyarakat untuk melaksanana proses pembangunan partisipatif, dengan azas DOUM (direncanakan, dilaksanakan dan diawasi oleh dan untuk masyarakat) Proses pembangunan partisipatif sekaligus juga mempraktekan prinsip kepemerintahan yang baik (partisipasi, transparansi, akuntabilitas, keberpihakan) sebagai pembelajaran untuk melaksanakan desentralisasi kegiatan IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Struktur dan Jejaring Pemberdayaan Masyarakat yang dibangun oleh PPK / PNPM Mandiri Aras Komunitas : Kelompok UE dan Kelompok SPkP Aras Desa: KPMD, TPK Aras Kecamatan: UPK, BKAD Antar Kecamatan/Kabupaten: Forum/Asosiasi UPK IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Metodologi Sosialisasi Metode PARTISIPATIF dengan melibatkan masyarakat dalam sosialisasi (public engagement) Instrumen/Media Sosialiasi Information/Marketing Kit (Pertamina): film/video, poster, flipchart Piranti Alat Peraga : Kompor, Tabung Gas, Aksesoris (selang, regulator) Daftar Periksa/Check List dan Form Pertemuan Informal – antara Tim Sosialisasi dengan pelaku/tokoh kunci Focus Group Discusion – assessment : social mapping, jalur pengadaan kompor/tabung gas elpiji, perilaku masyarakat, Community Gathering – sosialisasi dan forum kesepakatan IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Strategi Sosialisasi IPPMI akan berkolaborasi dengan Forum/Asosiasi UPK dengan supervisi Ketua Pengurus Provinsi atau Anggota yang ditunjuk; Pengurus/Wakil IPPMI bersama Forum/Asosiasi UPK menunjuk TIM FASILITATOR Kabupaten (2 sd 3 org) dr Forum/Asosiasi UPK atau disesuaikan dgn jumlah kecamatan sasaran utk mengikuti TOT Pembekalan Materi Sosialisasi di ibukota provinsi atau cluster kabupaten Pada TOT tersebut selain menyusun jadwal kegiatan sosialisasi, juga menetapkan TIM SOSIALISASI dari jejaring UPK/BKAD Tim Fasilitator melaksanakan pembekalan materi sosialisasi kepada Tim Sosialisasi (2-3 org) wakil UPK/BKAD disetiap kabupaten atau cluster kecamatan Tim Sosialisasi akan melaksanakan sosialisasi dengan memanfaatkan forum pertemuan reguler di kecamatan/desa (forum perguliran, forum KPMD) atau forum khusus sosialisasi IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Strategi Sosialisasi Dalam pelaksanaan sosialisasi akan dilakukan langkah-langkah: Pertemuan Informal atau Informasi Meeting antara Tim Sosialisasi dengan unsur (jika perlu dihadiri Tim Fasilitator) utk melakukan identifikasi permasalahan Focus Group Discussion – Diskusi Kelompok Terarah Community Gathering : Pembentukan Kelompok Pengguna Kompor Gas Elpiji berbasiskan kelompok perempuan/ibu2 (SPkP); Penetapan/Pembentukan Kelompok Pemantau IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Pola Sosialisasi Pemutaran video/audio (marketing atau information kit dari pihak Pertamina) Membedah paket informasi (poster, sticker dan alat peraga lainnya) melalui FGD yang dilaksanakan secara partisipatif Role Play & Demo untuk pemeriksaaan piranti kompor gas elpiji dan pemasangan aksesoris kompor gas elpiji Pelatihan pengisian formulir monitoring dan pengisian aplikasi monitoring untuk umpan balik dan evaluasi IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Tim Pelaksana Kegiatan Sosialisasi Nasional/Jakarta (1 Project Director, 3 Senior Facilitator, 2 Technical/Supporting Staaff) Provinsi/Cluster Kabupaten (1-2 Senior Facilitator) Kabupaten/Cluster Kecamatan (1-2 Facilitators) Kecamatan/Cluster Desa (1 Facilitator) Desa Kelompok/Komunitas IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
Sistem Monitoring dan Evaluasi Pada prinsipnya kegiatan Monev berfungsi untuk menjawab 4 pertanyaan mendasar : Apakah output telah berkesesuaian dengan rencana dan biaya kegiatan yang telah dialokasikan ? Apakah ada proses yang perlu diperbaiki sehingga ada output yang tidak sesuai dengan harapan ? Apakah outcome berupa benefit & impact terhadap masyarakat telah tercapai melalui strategi dan pelaksanaan kegiatan ? Apakah kegiatan Monev dapat bermanfaat untuk mengukur kinerja program ? 8/12/2010 IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
14 Kebutuhan Monitoring Memastikan Fasilitator melaksanakan tugas ke Desa / Kelurahan Progres kegiatan perlu dengan cepat & realtime dilaporkan tiap hari Perkembangan jumlah audience perlu dimonitor tiap hari untuk memastikan berjalan atau terhambatnya program sosialisasi Feed back jika ditemukan piranti yg tidak standar 8/12/2010 IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
15 Dukungan Teknologi e-Mobile Input Data Praktis, Memanfaatkan Handphone sebagai alat pengendalian utama, dapat memasukkan data progres kegiatan lapangan yang dilaksanakan oleh tiap Fasilitator dan data lainnya Verifikasi Lokasi Tugas, Dengan dukungan koneksi internet pada HP tiap Fasilitator akan dapat teridentifikasi lokasinya secara periodik Electronic Helpdesk, ketika mendapatkan kesulitan penanganan masalah, Fasilitator bisa langsung konsultasi ke pusat melalui VoIP atau Chatting melalui HP E-Forum, Tiap fasilitator akan dapat berdialog dengan fasilitator lain se-Indonesia melalui Forum Diskusi Digital cukup melalui HP Teknologi ini diterapkan untuk mendukung sistem pendataan reguler dengan menanam aplikasi khusus pada HP 8/12/2010 IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
16 Aplikasi Pendukung Aplikasi e-mobile berfungsi untuk menangani data monitoring harian Penanganan data evaluasi / laporan bulanan perlu ditangani dengan Web Application Peta digital (GIS) untuk kemudahan eksplorasi data wilayah 8/12/2010 IPPMI - for Sosialiasi Elpiji
TERIMA KASIH Asosiasi Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia
Summary: proposal untuk membantu mengurangi ekses konversi minyak tanah dengan gas elpiji
| URL: |
No comments posted yet
Comments