Dari Sekolah Potensial Menuju SSN

+29

No comments posted yet

Comments

Slide 1

DARI SEKOLAH POTENSIAL MENUJU SEKOLAH STANDAR NASIONAL Oleh: Prof. Slamet PH, MA, MEd, MA, MLHR, Ph.D

Slide 2

MEKANISME KEHIDUPAN YANG MUTLAK Adanya keinginan yang didorong oleh kebutuhan (sebab) dan upaya yang diperlukan untuk mencapai keinginan (akibat); Ada tujuan pendidikan yang ingin dicapai (sebab) dan upaya yang diperlukan untuk mencapainya (akibat); Upaya-upaya tersebut ditempuh secara sistem (utuh & benar), dengan catatan utuh dan benar menurut Hukum-Hukum Ketetapan Nya

Slide 3

TUJUAN PENDIDIKAN Pengembangan kualitas dasar manusia (daya pisik, daya pikir, dan daya kalbu), kualitas keilmuan, kualitas fungsional, dan kualitas jiwa kewirausahaan Penguasaan keilmuan/disiplin ilmu (mono-disiplin, multi-disiplin, antar-disiplin, dan lintas-disiplin), baik ilmu lunak maupun ilmu keras dan terapannya yaitu teknologi. Pemuliaan peserta didik, yaitu pendidikan yang manusiawi (memanusiakan manusia, menjamin hak anak, pendidikan tanpa kekerasan, dsb.)

Slide 4

TUJUAN PENGEMBANGAN MANUSIA Pengembangan Manusia Melalui Peningkatan Kualitas Peningkatan Pilihan Hidup Pendidikan Pelatihan Pengalaman Kebiasaan Daya Pikir Daya Kalbu Daya Fisik Keilmuan Karir Pengaruh Penghasilan Prestise Kesehatan Mental Harapan Hidup Kesehatan Fisik Aktualisasi Diri Kenikmatan Hidup

Slide 5

JAGA KESEIMBANGAN Keseimbangan tujuan pendidikan antara daya pikir, daya kalbu dan daya pisik; Keseimbangan antara tujuan pribadi dan sosial Keseimbangan antara kreativitas dan disiplin; Keseimbangan antara persaingan & kerjasama; Keseimbangan antara kemampuan berfikir holistik dan atomistik; Keseimbangan antara berfikir deduktif dan induktif; Keseimbangan antara tuntutan dan prakarsa.

Slide 6

UPAYA-UPAYA YANG HARUS DITEMPUH UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN Upaya-upaya untuk mencapai tujuan pendidikan ditempuh melalui pendekatan “sistem”. Sekolah dapat dikategorikan sebagai “sistem” yang terdiri dari konteks, input, proses, output, dan outcome. Yang menjadi kewenangan & tanggung-jawab sekolah adalah input, proses dan output.

Slide 7

SEKOLAH SEBAGAI SISTEM Secara visual, sekolah sebagai sistem dapat digambarkan sebagai berikut. Jika kita ingin menganalisis, kita mulai dari outcome, output, proses, input, dan berakhir pada konteks. Sebaiknya, jika kita ingin melakukan langkah - langkah pemecahan persoalan atau menyiapkan, maka arahnya terbalik, yaitu dimulai dari konteks, input, proses, output, dan berakhir pada outcome. Inilah cara berpikir sistem yang runtut.

Slide 8

Kualitas dan Inovasi Efektifitas Produktifitas Efisiensi Internal Efisiensi Eksternal

Slide 9

Konteks Tuntutan pengembangan diri dan peluang tamatan Dukungan pemerintah & masyarakat 3. Kebijakan pemerintah. 4. Landasan hukum 5. Kemajuan ipteks 6. Nilai & harapan masyarakat 7. Tuntutan otonomi 8. Tuntutan globalisasi

Slide 10

Input 1. Visi, misi, tujuan, sasaran 2. Kurikulum 3. Ketenagaan 4. Peserta didik 5. Sarana dan prasarana 6. Dana 7. Regulasi 8. Organisasi 9. Administrasi 10. Peran serta masyarakat 11. Budaya sekolah

Slide 11

Komponen Sub-komponen Proses Proses belajar mengajar Output 1. Prestasi akademik 2. Prestasi non akademik 3. Angka mengulang 4. Angka putus sekolah

Slide 12

Outcome 1. Kesempatan pendidikan 2. Kesempatan kerja 3. Pengembangan diri tamatan.

Slide 13

Catatan: Manajemen sekolah berada pada seluruh komponen sekolah sebagai sistem, yaitu pada konteks, input, proses, output, dan outcome, karena manajemen berurusan dengan sistem, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengkoordinasian hingga sampai pengontrolan/pengevaluasian. Kepemimpinan berada pada komponen manusia, baik pendidik dan tenaga kependidikan, maupun pada peserta didik, karena kepemimpinan berurusan dengan orang.

Slide 14

Sekolah Potensial, SSN dan SBI Sekolah Potensial (SP) Sekolah Standar Nasional (SSN) Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) SP < SNP SSN = SNP SBI > SNP

Slide 15

Dari Sekolah Potensial Menuju SSN Kompetensi Lulusan Kurikulum Pendidik dan tenaga Pendidik Proses Belajar Mengajar Sarana & Prasarana Pengelolaan Pembiayaan Penilaian Sekolah Potensial Kompetensi Lulusan Kurikulum Pendidik dan tenaga Pendidik Proses Belajar Mengajar Sarana & Prasarana Pengelolaan Pembiayaan Penilaian SSN RPS Tindakan

Slide 16

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (PP 19/2005) Standar kompetensi lulusan Standar isi Standar proses Standar pendidik dan tenaga kependidikan Standar sarana dan prasarana Standar pengelolaan Standar pembiayaan Standar penilaian pendidikan.

Slide 17

PENJELASAN SINGKAT TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Mengingat Standar Nasional Pendidikan (SNP) secara resmi merupakan acuan bagi peningkatan mutu pendidikan di tanah air kita, berikut dijelaskan secara singkat tentang isi SNP. Penjelasan selengkapnya dapat dibaca pada PP 19/2005.

Slide 18

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup daya pikir, daya kalbu, dan daya pisik yang diperlukan untuk menjalankan kehidupan, baik melanjut-kan pendidikan maupun terjun langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, lulusan sekolah harus memiliki kecakapan hidup yang memadai untuk menjalani kehidupan tersebut.

Slide 19

STANDAR ISI Adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Slide 20

STANDAR PROSES Adalah standar nasional pendidik-an yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.

Slide 21

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Adalah kriteria pendidikan prajabat-an dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.

Slide 22

STANDAR SARANA DAN PRASARANA Adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi dan komunikasi.

Slide 23

STANDAR PENGELOLAAN Adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidik-an pada tingkat satuan pendidikan, kota/kabupaten, provinsi, atau nasional agar tercapai efektivitas dan efisiensi penye-lenggaraan pendidikan.

Slide 24

STANDAR PEMBIAYAAN Adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.

Slide 25

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN Adalah standar nasional pen-didikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

Slide 26

MELAKSANAKAN PENJAMINAN DAN PENGAWASAN MUTU PENDIDIKAN Dengan inisiatif sendiri, sekolah melakukan evaluasi diri; Berdasarkan hasil evaluasi diri, sekolah menyusun rencana pengembangan sekolah (RPS) yang dilakukan secara partisipatif (dengan melibatkan warga sekolah); Sekolah melaksanakan RPS secara patuh dan karenanya perlu pemantauan, dan sekolah melakukan evaluasi hasil dari pelaksanaan RPS; Sekolah menjabarkan SNP agar dapat dilaksanakan secara konkret; dan Sekolah menyiapkan usulan akreditasi ke Badan Akrediasi Sekolah dan menindaklanjuti hasil akreditasi yang dilakukan oleh asesor dari Badan tersebut.

Slide 27

MENGEMBANGKAN PRASARANA DAN SARANA PENDIDIKAN Pengembangan laboratorium IPA, IPS, Bahasa, komputer dan praktik kejuruan; Pengembangan perpustakaan (buku, jurnal, majalah, internet, dsb.); Rehabilitasi sekolah, ruang kelas, ruang laboratorium, dsb.; dan Pengadaan/peremajaan peralatan dan perlengkapan sekolah.

Slide 28

MENINGKATKAN MINAT KEILMUAN DAN KREATIVITAS SISWA Olimpiade tingkat kabupaten/kota, propinsi, nasional hingga sampai ke international untuk matapelajaran matematika, fisika, kimia, biologi, astronomi, akuntansi, komputer, dan teknologi (manufaktur, komunikasi, transportasi, konstruksi, energi, dan bahan) Lomba Karya Ilmiah Remaja Lomba Kreativitas Siswa Lomojari siswa SMP Terbuka Lomba Mengarang Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing Jambore Seni Asean Students Exchange (ASE) Sunburst Youth Camp (SYC) Debat Bahasa Inggris

Slide 29

MENGEMBANGKAN BAKAT SISWA DI BERBAGAI BIDANG Mengembangkan bakat siswa di bidang Olah Raga (Sepakbola, Basket, Karate, Catur, dan Bridge) : Liga Olah Raga Nasional Pemberian subsidi pada SD, SMP, SMA, SMK plus OR/ Kelas OR Pemberian penghargaan pada atlet berprestasi; Mengembangkan bakat siswa di bidang seni (musik, tari, kriya, gambar, dsb.) melalui perlombaan seni; dan Mengembangkan bakat siswa di bidang teknologi dan kejuruan melalui perlombaan kompetensi.

Slide 30

MENCEGAH PENYIMPANGAN PERILAKU SOSIAL SISWA Pengembangan karakter siswa Pengembangan program anti narkoba Prevensi peyimpangan perilaku seksual Prevensi perkelahian antar siswa Pembinaan kedisiplinan Pemberian subsidi unit prevensi

Slide 31

MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT Pemberdayaan Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan Publikasi rencana sekolah, implementasi, dan hasilnya kepada stakeholders sekolah melalui pertemuan, publikasi, dsb. Pembentukan jaringan situs sekolah Menyediakan unit pengaduan masyarakat (UPM)

Slide 32

MANAJEMEN YANG DIPERLUKAN Perubahan kearah SSN memerlukan perencanaan yang matang; Siapa mengerjakan apa perlu diorganisasikan (pembagian tugas dan fungsi); Pelaksanaan perubahan memerlukan pemantauan; Koordinasi terhadap unsur-unsur terkait Dilakukan evaluasi terhadap perubahan, baik proses dan hasilnya.

Slide 33

MEMBERDAYAKAN SEKOLAH MELALUI IMPLEMENTASI “MBS” SECARA KONSISTEN Memberdayakan sekolah melalui implemen-tasi manajemen berbasis sekolah (MBS) secara konsisten melalui penyusunan rencana pengembangan sekolah (RPS), implementasi, dan evaluasi yang dilakukan secara partisipatif, transparan, akuntabel, profesional, adil, demokratis, efisien dan efektif, dsb.); Meningkatkan kapasitas manajemen sekolah: Revitalisasi MKKS; Peningkatan kompetensi Kepala Sekolah & TU Sekolah; dan Pengembangan program kewirausahaan & UKS.

Slide 34

MATRIKS MBS Fungsi Urusan

Slide 35

FUNGSI – FUNGSI MANAJEMEN Perencanaan Pengorganisasian Pelaksanaan Pengkoordinasian Pengevaluasian/Pengontrolan

Slide 36

URUSAN-URUSAN SEKOLAH YANG HARUS DIDUKUNG OLEH “MBS” Urusan PBM (Pokok) Urusan-Urusan Pendukung PBM : 1. Urusan Kurikulum 2. Urusan Ketenagaan 3. Urusan Kesiswaan 4. Urusan Sarana dan Prasarana 5. Urusan Regulasi Sekolah 6. Urusan Keuangan dan Akuntansi 7. Urusan Administrasi 8. Urusan Promosi Sekolah/Hubungan Masyarakat 9. Urusan Komite Sekolah 10. Urusan Pengembangan Budaya/Kultur Sekolah 11. Urusan Kesekretariatan/kearsipan

Slide 37

Golongan Faktor Untuk Setiap Urusan URUSAN SD FM Sdm Sd-Slbh R O P K Sdm - M Sdm - S Sdm - P Pa Pl Pb Bahan E Uang

Slide 38

KEPALA SEKOLAH TANGGUH Komunikasi & Networking Kreativitas & Inovasi Kewirausahaan Organisasi  wadah Administrasi  pengaturan dan pendayagunaan sumberdaya Kepemimpinan  orang Manajemen  sistem

Slide 39

Kebijakan Dalam Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing

Slide 40

Terapkan 9 kebiasaan perilaku orang tangguh: proaktif, mulailah dengan mengacu pada tujuan akhir, dahulukan yang utama (buat prioritas), berfikir menang-menang (saling menghidupi), mendengar baru didengar, bersinergi (kerjasama kreatif yang memberi nilai tambah), pembaruan secara terus menerus (pro-perubahan), berjiwa kewirausahaan, dan spirit baru untuk maju (lihat Stephen Covey, 2005)

Slide 41

8 KEBIASAAN PERILAKU TANGGUH Proaktif, tidak sekadar aktif dan reaktif; Mulailah dengan tujuan akhir dalam pikiran; Lakukan pertama yang utama (prioritas) Berpikir menang-menang (saling menghidupi); Pahamilah orang lain terlebih dahulu, baru minta dipahami; Bersinergi (kerjasama kreatif) untuk memperoleh nilai tambah; Tajamkan gergaji anda (lakukan pembaruan secara terus menerus); dan Bukalah jalan untuk berpikir, bersemangat, dan bertindak yang lebih baik (memerlukan kebiasaan baru). Lihat Stephen Covey, 2006.

Slide 42

PERUBAHAN DARI SP KE SSN MEMERLUKAN Berfikir sistem Berpikir dan bertindak proaktif Profesionalisme Solidaritas (teamwork, kerjasama, sinergi) Kreativitas & inovasi secara terus menerus Berdaya preservatif & progresif sekaligus Pro-perubahan Harmonisme antar nilai Wawasan global (ipteks, bahasa, budaya) Tanggungjawab & respek Ekspektasi tinggi terhadap siswanya Kejujuran & kebersihan

URL:
More by this User
Most Viewed